Mengadopsi Digital Minimalism untuk Kesehatan Mental

BANDUNG – Kita berada di zaman yang serba digital, informasi mengalir dengan cepat dan gangguan digital semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
Banyak diantara kita yang menganggap dunia digital itu dunia nyata sehingga mereka terjebak dalam siklus penggunaan teknologi yang tidak ada habisnya.
Digital Minimalism karya Cal Newport merupakan buku yang relevan bagi siapa saja yang merasa terjebak dalam kebisingan dan distraksi dunia digital.
Newport mengajak pembaca merenungkan kembali hubungan mereka dengan teknologi dan bagaimana cara mengelolanya secara bijak.
Newport menjelaskan dampak negatif dari ketergantungan teknologi dan menjelaskan ha ini dapat mengurangi kemampuan kita untuk berkonsentrasi, Newport mengajak penggunaan yang bijak tentang teknologi yang kita gunakan jangan untuk mengikuti tren.
Prinsip Minimalisme Digital
Selain menerapkan prinsip dasar untuk menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan tidak mengikuti tren. Newport mendorong pembacanya untuk melakukan “digital declutter” yaitu menilai dan menghapus aplikasi atau platform yang tidak memberikan manfaat.
Berikut proses Digital Declutter;
- Menyisihkan 30 hari lamanya untuk mengambil jeda dari sejumlah teknologi di kehidupan kita
- Selama 30 hari tersebut, selidiki dan temukan kembali berbagai aktivitas yang memuaskan dan berarti bagi kita.
- Setelah genap 30 hari kenalkan kembali teknologi tersebut kepada kita, mulai dari nol. Tentukan sejauh mana setiap teknologi ini berkontribusi dalam kehidupan anda.
Seperti halnya merapikan rumah, pendekatan gaya hidup ini menawarkan metode untuk mengatur kembali kehidupan digital Anda.






